26 Agustus 2020

Lebih dari 950 perusahaan bergabung dalam upaya melawan perubahan iklim

Science Based Target initiative dukung target perlindungan iklim Bayer AG

  • Langkah penting agar Bayer mencapai netral-iklim pada tahun 2030
  • Target integral terhadap remunerasi Dewan Manajemen

Leverkusen, 21 Agustus 2020 – Science Based Targets initiative (SBTi) secara independen telah mengaji target perlindungan iklim Bayer AG dan mengonfirmasi bahwa Bayer turut berperan dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5 °C, selaras dengan persyaratan yang tertuang di dalam Perjanjian Iklim Paris. Untuk mencapai target tersebut, Bayer AG akan mengurangi emisinya sebanyak 42 persen pada tahun 2029.

 

The Science Based Targets initiative adalah kolaborasi antara Carbon Disclosure Project (CDP), United Nations Global Compact, World Resources Institute (WRI) dan World Wide Fund For Nature (WWF). Hingga saat ini, terdapat lebih dari 950 perusahaan di seluruh dunia yang telah bergabung di dalam inisiatif ini. Hanya sekitar 150+ perusahaan yang usulan target pembatasan pemanasan global hingga 1,5 °C, telah disetujui, salah satunya adalah Bayer.

 

Bayer juga berupaya melaksanakan perlindungan iklim tambahan untuk melampaui target yang diusung oleh SBTi. Sebagai contoh, emisi saat ini akan diimbangi hingga perusahaan menjadi netral CO2 sejak 2030. Selain itu, Bayer juga bertekad untuk mengurangi 30 persen emisi gas rumah kaca per kilogram hasil panen di pasar pertanian pada tahun 2030. Hal ini akan dicapai dengan berfokus pada bentuk kultivasi yang paling intensif emisi di mana perusahaan beroperasi.

 

“Berkomitmen untuk mengurangi emisi adalah tujuan yang ambisius. Langkah penting ini diambil dalam mengusung target besar, yaitu menjadi perusahaan netral iklim pada tahun 2030. Ini menunjukkan bahkan kami mengemban tanggung jawab sebagai perusahaan life science terdepan dalam bidang kesehatan dan pangan. Perubahan iklim mengancam masa depan kemanusiaan, dan kita perlu bertekad keras untuk menanggulanginya,” ujar Werner Baumann, Chairman of the Board of Management dan Chief Sustainability Officer at Bayer AG. Karenanya, pencapaian target ini juga telah diintegrasikan ke dalam paket remunerasi jangka panjang bagi Dewan Manajemen.

 

Perusahaan bergelut untuk mengurangi emisi langsung dari fasilitas pembangkit tenaga listrik, kendaraan dan fasilitas produksinya (cakupan 1) dan emisi tidak langsung dari pengadaan listrik, uap dan energi pendingin (cakupan 2) sehingga dapat membatasi pemanasan global hingga maksimal 1,5 °C. Untuk mencapai hal tersebut, Bayer akan mengurangi emisi CO2 absolut dalam sepuluh tahun mendatang sebanyak setidaknya 42 persen dibanding pada tahun dasar 2019. Target ini setara dengan 1,558 juta metrik ton, yaitu setaraf dengan emisi sebuah negara seperti Malta. Untuk mencapai hal tersebut, emisi dari fasilitas perusahaan akan dikurangi sebesar 1 persen per tahun, dan 100 persen tenaga listrik yang dibeli oleh perusahaan akan berasal dari energi terbarukan. Perusahaan berencana untuk mengurangi emisi melalui perpaduan upaya efisiensi, seperti sistem ventilasi yang lebih efisien, dan beralih menuju teknologi netral iklim, seperti energi panas bumi untuk pemanas dan pendingin. Pengaturan jangka Panjang yang tertuang di dalam Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement – PPA) menjadi instrument paling penting untuk dapat beralih menggunakan energi terbarukan. Selain beralih menggunakan energi hijau  dan mengurangi emisi, perusahaan juga perlu memastikan bahwa pertumbuhan baru dapat tercapai secara netral CO2  sehingga dapat mencapai pengurangan absolut sebesar 42 persen bersamaan dengan  pertumbuhan perusahaan.

 

“Melalui komitmen keberlanjutan, kami bermaksud secara aktif membantu pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yang dicanangkan PBB. Kami memiliki konfirmasi ilmiah bahwa target pengurangan CO2 yang kami ajukan memenuhi persyaratan paling ambisius di dalam Perjanjian Iklim Paris,” jelas Matthias Berninger, Head of Public Affairs, Science & Sustainability Bayer. “Sebagai perusahaan dengan basis ilmu pengetahuan yang mumpuni, kami merasa perlu untuk menjadi bagian dari Science Based Targets initiative untuk memastikan kontribusi kami terhadap perlindungan iklim berbasiskan ilmu pengetahuan, terlacak dan transparan.” Bayer akan secara rutin memetakan perkembangan pencapaian target perlindungan iklim di dalam laporan keuangan tahunannya, dan di dalam laporan keberlanjutannya. Science Based Target initiative juga akan turut mengkaji kepatuhan setiap tahunnya.

 

Produk dan layanan Bayer juga berpengaruh pada emisi yang dihasilkan sebelum dan sesudah kegiatan perusahaan, sebagai contoh, di dalam rantai pasok atau di level pelanggan (cakupan 3). Dalam hal ini, SBTi telah mengonfirmasi bahwa Bayer membantu membatasi pemasanasan global pada skenario 2 °C dengan mengurangi CO2 sebesar 12,3 persen pada tahun 2029 dibandingkan dengan tahun dasar 2019. Perhatian khusus ditujukan pada pembelian barang dan jasa, barang investasi, bahan bakar dan kegiatan terkait penggunaan energi, transportasi, distribusi dan perjalanan dinas. Sehubungan dengan banyaknya  jumlah pemasok, pengurangan emisi sebesar 12,3 persen akan dikaitkan kepada rantai pasok dan/atau pelanggan yang memiliki tantangan serupa dalam mengurangi emisi sebesar 42 persen. Karena target sebesar itu tidak akan dapat dicapai dengan upara sendiri, Bayer juga bergabung dengan beberapa perusahaan ambisius lainnya untuk mendorong perubahan sebagai bagian dari inisiatif industri kimia “Bersama untuk Keberlanjutan”. Bayer adalah anggota dari CDP Supply Chain Initiative dan memiliki hubungan langsung dengan beberapa pemasok utama.

 

Tentang Bayer
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat dan menjawab tantangan utama yang muncul akibat populasi dunia yang terus bertambah dan menua. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip–prinsip pembangunan berkelanjutan, dan merek Bayer merupakan perwujudan dari kepercayaan, reliabilitas, dan kualitas di seluruh dunia. Pada tahun fiskal 2019, Bayer mempekerjakan 104.000 orang dengan penjualan senilai Rp711 triliun. Belanja modal sebesar Rp47,5 triliun dengan biaya R&D senilai Rp86,7 triliun. Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.bayer.com.

 

Kontak:

Dr. Dieter Hilla, Telp. +49 214 30-58992

Email: dieter.hilla@bayer.com

 

Informasi lebih lanjut tersedia di www.bayer.com.

Ikuti kami di Twitter: twitter.com/BayerPresse_DE

 

dhi (2020-0179)

 

Pernyataan Masa Depan
Rilis ini mungkin berisi pernyataan berwawasan ke depan berdasarkan asumsi dan perkiraan saat ini yang dibuat oleh manajemen Bayer. Berbagai risiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain yang diketahui dan tidak diketahui dapat menyebabkan perbedaan material antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun untuk memperbarui pernyataan berwawasan ke depan ini atau menyesuaikannya dengan peristiwa atau perkembangan di masa depan.