07 September 2015

Kesan dan Pesan Para Pelajar yang Mewakili Indonesia di Ajang Youth AG-Summit 2015 bagian 3

Nama: Azwar Annas
Tgl Lahir:  7 Februari 1992
Lulusan S1 Agribisnis, IPB
Asal Daerah: Banyuwangi, Jatim
 

Menjadi delegasi untuk acara Youth Agriculture Summit yang diselenggarakan oleh Bayer adalah pengalaman yang menakjubkan. Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti konferensi pemuda internasional. Saya mendapatkan banyak hal yang bisa saya pelajari dari mengenal pemuda dari 33 negara yang membahas pertanian dunia. Seratus pemuda yang hadir adalah pemuda yang mempunyai semangat dan termotivasi untuk mendalami pertanian. 

 

Saya sendiri merupakan satu dari enam delegasi yang mewakili Indonesia. Indonesia merupakan negara yang mempunyai perwakilan cukup  banyak dibandingkan dengan negara lain. Menurut cerita dari mentor kami, Indra Faturrohman, Indonesia merupakan negara yang mengirimkan proposal terbanyak dibandingkan negara lain, yaitu hingga 600 proposal. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena saya dapat menjadi satu dari yang terbaik.

 

Sebelum acara Youth Ag-Summit, kami berenam difasilitasi oleh Bayer CropScience untuk mendalami keadaan pertanian di Indonesia terutama petani beras. Kami berenam dibagi menjadi tiga kelompok untuk tinggal bersama pada tiga petani beras di Sragen, Jawa Tengah. Saya tinggal di rumah Bapak Didik, seorang petani beras sekaligus ketua gapoktan di desa Jetak, Sragen. Beliau juga merupakan petani yang mengikuti YouFarm Video Competition dari Bayer CropScience. Saya mendapatkan banyak tambahan pengetahuan ketika tinggal bersama beliau. Pelajaran yang paling berkesan yang saya dapat dari tinggal bersama dengan Bapak Didik yaitu tentang kepemimpinan beliau untuk menggerakkan petani di gapoktan. Sering kali ketika dalam memimpin anggotanya mengalami beberapa masalah dalam hal penerimaan teknologi dan metode baru, Bapak Didik tetap semangat dalam menyampaikan hal yang menurut beliau lebih baik meskipun harus dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.

 


Saya dan kelima delegasi lain berangkat menuju Canberra pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2015 menjelang tengah malam. Kami berangkat menuju Sydney yang kemudian dari Sydney menuju Canberra. Begitu sampai di Canberra, hari telah menjelang sore dan telah banyak delegasi dari berbagai negara yang sampai terlebih dahulu. Saya dan delegasi lain mereka sambut dengan begitu hangat dan saling bertanya untuk lebih kenal.

 


Kami mengikuti kegiatan selama empat hari dari Youth Ag-Summit. Kegiatan diisi untuk membuka pikiran tentang penelitian pertanian, kasus-kasus pertanian, dan gerakan pertanian dengan kepemimpinan. Banyak pembicara yang berasal dari orang-orang yang berpengalaman. Dari pembicara-pembicara tersebut, saya mendapatkan banyak cerita menarik yang dapat saya pelajari. Hal yang paling saya pahami dari pembicara yaitu bahwa para pembicara merupakan orang besar yang mendalami pekerjaannya dengan sangat tekun meskipun proses yang dijalankan akan sangat panjang dan harus mengorbankan beberapa hal. Kami juga mengunjungi peternakan domba yang kemudian diberi contoh proses pemanenan bulu domba. Kemudian, proses penghargaan dari pemenang YouFarm Video Competition dilakukan pada hari ketiga, bersamaan dengan makan malam. Namun, fokus utama dari acara Youth Ag-Summit memanglah untuk memberi pengetahuan tambahan pada pemuda dan bertukar pikiran dalam memecahkan masalah pertanian dan pangan dunia. Diskusi yang dilakukan setiap hari membentuk suatu kesimpulan untuk pemuda dapat beraksi dengan fokus pada hal tersebut. Kami, para pemuda bukan hanya akan termotivasi, tapi terarah dalam pergerakan dan juga mendapatkan rasa senang akan pertanian.

 


Saya merasa bangga dan nyaman dalam mengikuti rangkaian kegiatan Youth Ag-Summit. Saya menjadi semakin bersemangat untuk menjadi petani yang sukses, seperti cita-cita saya. Dengan mendapatkan banyak teman dari konferensi, saya terkoneksi dengan banyak orang, yang sangat mungkin akan membuat saya semakin maju. Terutama oleh pihak Bayer CropScience, saya merasa sangat berterima kasih dengan mengundang saya pada acara yang inspiratif ini. Bagaimanapun, dari dulu saya ingin menjadi petani sukses dari Indonesia. Mampu memimpin petani lain dan menyalurkan pengetahuan saya demi kemajuan bersama. Dengan adanya acara Youth Ag-Summit, mata yang telah terbuka akan semakin menajam. Berdasarkan Three Little Things yang saya tulis pada acara Youth Ag-Summit, saya bertekad akan menjadi petani cerdas, namun juga masih perlu banyak belajar berbagai hal. Saya juga pastinya akan membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bayer, pemerintah Indonesia, dan keluarga dan teman-teman saya. Langkah terdekat saya adalah melanjutkan S2 terlebih dahulu secepat mungkin lalu kemudian saya akan menjadi petani di daerah saya dan juga sebagai dosen di daerah saya Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Nama: Febri Aditya Pratama Arista Gabe
Tgl Lahir:  12 Februari 1992
Lulusan S1 Jurusan Teknik Mesin dan Biosistem, IPB
Asal Daerah: Bekasi, Jabar
Kesan Mengikuti kegiatan Youth Summit

 

Mengikuti kegiatan Youth Ag-Summit merupakan salah satu pengalaman paling berharga yang pernah saya miliki. Dimulai dari saat seleksi yang sangat ketat di Indonesia yang mencapai hingga 600 aplikasi dan akhirnya terpilih hanya 6 delegasi yang ditunjuk untuk mewakili Indonesia menuju pentas dunia merupakan pengalaman yang tak akan bisa di bayar dengan apapun.
Tahap inisiasi dengan cara terjun langsung di rumah petani merupakan salah satu rangkaian Youth Ag-Summit di Indonesia yang mengajarkan saya betapa hebatnya dan betapa terbukanya peluang untuk pertanian Indonesia untuk menjadi lebih maju. Melalui tahap inisasi tersebut saya dapat melihat dan mendapatkan perspektif pertanian yang luas, dan saya semakin menyadari betapa cintanya saya terhadap pertanian Indonesia.

 


Puncaknya adalah kegiatan Youth Ag-Summit di Canberra yang hanya bisa saya gambarkan dengan kata “HEBAT”. Sulit dikatakan, namun pengalaman di Youth Ag-Summit Canberra membuka mata saya betapa pertanian adalah faktor penentu keberlangsungan hidup seluruh umat manusia, saya mengerti dan mempelajari perspektif mengenai pertanian di negera lain, bagaimana cara mengatasi permasalahan dan bagaimana mereka menemukan solusi untik permasalahan tersebut. Saya juga menyadari bahwa sebagai pemuda kita harus melakukan aksi untuk pertanian dunia, karena pertanian adalah ujung tombak, sebagai pemuda saatnya melakukan suatu inovasi dan gerakan untuk menyelamatkan dunia dari krisis pangan. Tidak muluk – muluk dengan melakukan aksi kecil yang dapat kita lakukan untuk menghargai apa yang kita makan dan siapa yang bekerja di dalamnya. Pada event ini saya juga menyadari bahwa pertanian bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan sesuatu yang hebat. 

 


Masalah krisis pangan bukan lagi menjadi wacana, namun sudah harus menjadi fokus utama negara negara di dunia untuk mengatasinya, dan itu semua dimulai dari Youth Ag-Summit di Canberra.

 


Saya berharap apa yang sudah di buat dan dibincangkan di Canberra dapat direalisasikan dan membawa dampak yang sangat besar terhadap pertanian kita, terutama pertanian Indonesia.

 

Action plan saya ambil untuk merealisasikan dan membantu pertanian Indonesia adalah:

 

  1. Saya akan melakukan kampanye mengenai food security dan agriculture dengan cara membuat dan menjual baju atau souvenir keberbagai negara peserta Youth Ag-Summit. Keuntungan yang didapat akan saya (dan delegasi Indonesia) untuk melakukan empowerement terhadap petani Indonesia.
  2. Melakukan hubungan dengan beberapa petani Indonesia dan berusaha mencari kerja sama dengan negra peserta Youth Ag-Summit untuk membantu pertanian Indonesia/menanam modal untuk membangun bisnis pertanian di Indonesia. Bisnis pertanian tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan menarik minta pemuda Indonesia.
  3. Melakukan campaign hasil dari Youth Ag-Summit di blogspot dan media sosial untuk meningkatkan awarness terhadap food insecurity dan melakukan promosi hingga ke kementrian Pertanian.

 

Harapan saya adalah delegasi Indonesia mampu bekerja sama mewujudkan hasil dekasi pada Youth Ag-Summit 2015 yang lalu. Bekerja sama mebangun pertanian dan membangun bisnis pertanian.

 

Saya juga berharap Bayer Indonesia mampu menginisiasi dan memfasilitasi action plan dari alumni YAS 2015. Saya berharap acara ini tidak hanya sekedar acara untuk berpergian keluar negeri, tapi saya ingin acara ini menjadi dasar baru untuk merubah pertanian Indonesia.

 

Saya berharap Bayer Indonesia memberikan kesempatan kepada seluruh delegasi untuk berhubungan dengan Menteri Pertanian untuk membicarakan hasil dekorasi YAS 2015, hal ini sangat penting karena menurut saya dekorasi yang telah diperoleh pada YAS 2015 harus segera di aplikasikan di Indonesia.

 

Terimakasih kepada Bayer Internasional dan Bayer Indonesia yang telah memberikan kesempatan yang paling berharga selama umur hidup saya untuk dapat berpartisipasi pada YAS 2015. Untuk pertanian Indonesia yang lebih baik.

 

Kesan dan pesan dari para peserta lain dapat dilihat disini :

 

Kesan dan Pesan Para Pelajar yang Mewakili Indonesia di Ajang Youth AG-Summit 2015 bagian 1
Kesan dan Pesan Para Pelajar yang Mewakili Indonesia di Ajang Youth AG-Summit 2015 bagian 2