27 Januari 2016

International Conference on Family Planning (ICFP) 2016: Bayer Dukung Program Keluarga Berencana Mandiri

  • Kerjasama PT Bayer Indonesia dengan Badan Kependudukan dan Keluarga
    Berencana Nasional (BKKBN) dalam program Keluarga Berencana Mandiri
  • BKKBN implementasikan Nawacita melalui revitalisasi strategi pendekatan
    penggarapan Program KB melalui Kampung KB dan Revolusi Mental Berbasis
    keluarga.
  • Dukungan Bayer dalam program keluarga berencana secara global bekerjasama
    dengan United States Agency for International Development (USAID) , United Nations
    Population Fund (UNFPA) and Bill & Melinda Gates Foundation

Nusa Dua, Bali, 27 Januari 2016 - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkomitmen untuk menjalin kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) baik itu dalam skala internasional maupun lokal. Salah satu mitra yang selama ini telah telah bergandengan tangan dengan BKKBN adalah PT Bayer Indonesia.

Bayer mendukung International Conference on Family Planning (ICFP) 2016 sebagai salah satu sponsor utama. Sebagai salah satu bentuk komitmen Bayer terhadap kesehatan untuk kehidupan yang baik, Bayer memberikan dukungan secara konsisten terhadap pemenuhan kebutuhan kontrasepsi dalam bentuk kemandirian dalam keluarga berencana. Sesuai dengan tema ICFP 2016: Komitmen Global, Aksi Lokal (Global Commitments, Local Actions), Bayer mendukung program keluarga berencana di lebih dari 130 negara dengan menyediakan akses ke alat kontrasepsi modern bagi perempuan di seluruh dunia. Bayer melakukan hal ini di dalam proyek bersama dengan the United States Agency for International Development (USAID) dan organisasi non-pemerintah seperti United Nations Population Fund (UNFPA) dan Bill & Melinda Gates Foundation. Di Indonesia, secara berkesinambungan, PT Bayer Indonesia bekerjasama dengan BKKBN sejak tahun 1987 melakukan program KB Mandiri Berkualitas (KB Lingkaran Biru) dan Duta OC yang merupakan inisiatif Bayer bersama dengan BKKBN, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Asia Pacific Council on Oral Contraceptive (APCOC), Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Hal ini menunjukkan pentingnya Public Partnership Program untuk mendukung program pemerintah dalam program keluarga berencana dan mengurangi beban pemerintah dalam pembiayaan kontrasepsi.

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012, angka prevalansi kontrasepsi oral di Indonesia menunjukkan 13,6 persen, dimana menurut data IMS Q2/2015 angka penggunaannya untuk pasar privat hanya berkisar antara 2 sampai 3 persen. Hal ini menunjukkan masih diperlukannya peningkatan penggunaan kontrasepsi oral sebagai salah satu metode kontrasepsi yang mudah digunakan dan memberikan manfaat non-kontrasepsi bagi wanita.

Ashraf Al-Ouf, Presiden Direktur PT Bayer Indonesia mengatakan,”Sejak tahun 1987, Bayer bekerjasama dengan BKKBN dalam program KB Mandiri Berkualitas (KB Lingkaran Biru). Dalam program ini Bayer juga melakukan edukasi yang berkesinambungan dalam bentuk program Duta OC. Mulai dari tahun 2008 – 2015, sebanyak 274 duta konrasepsi oral telah dihasilkan dan dapat menjangkau 76,732 wanita dan telah melakukan 2,601 kegiatan edukasi masyarakat untuk program keluarga berencana terutama pemakaian oral kontrasepsi. Bayer adalah pemimpin pasar untuk kontrasepsi oral di Indonesia dan kami sepenuhnya mendukung program pemerintah Indonesia dalam revitalisasi keluarga berencana melalui program Public Private Partnership. Dalam hal ini, Bayer bekerja sama dengan BKKBN memberikan informasi dan mendidik masyarakat - terutama perempuan Indonesia - tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Ketika perempuan Indonesia mendapatkan informasi dan dapat menentukan pilihan untuk kesehatan mereka dan keluarga mereka, artinya mereka telah membantu mengamankan kesehatan secara keseluruhan dan kesejahteraan bangsa. "

Dalam upaya revitalisasi keluarga berencana nasional, Kepala BKKBN, dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D mengatakan, “Indonesia sebagai tuan rumah ICFP 2016 merupakan tonggak penting menggaungkan kembali program Keluarga Berencana. Kesadaran masyarakat akan pentingnya program keluarga berencana perlu ditingkatkan lagi. Kita merasakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga kurang bergaung, sehingga harus diadakan gerakan-gerakan untuk kembali menggalakkan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Revitalisasi program KB lebih diarahkan untuk mendukung implementasi Nawacita terutama pada cita ketiga yaitu membangun indonesia dari pinggiran dan untuk itu BKKBN telah menetapkan pengembangan “Kampung KB” sebagai model baru penggarapan KB. Kemudian pada cita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia, untuk itu BKKBN bersama kementerian dan lembaga lain secara bersama sama mewujudkannnya dan khusus BKKBN melalui pendekatan keluarga yang mulai dari program 1000 hari kehidupan pertama, Bina keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Bina Keluarga Lansia. Kemudian pada cita kedelapan melakukan revolusi karakter bangsa, dan BKKBN telah mengimplementasikan dengan pendekatan revolusi mental berbasis keluarga dan hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga". Oleh karena itu kedepan BKKBN terus berupaya mendorong kemitraan untuk mendukung suksesnya program KB, lebih lanjut Surya Chandra Surapaty mengharapkan bahwa peran swasta sangat juga dibutuhkan dalam mengembangkan kampung KB.

Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 untuk Nasional menunjukkan 58 persen wanita kawin usia 15-49 tahun menggunakan metode kontrasepsi modern. Diantara cara KB modern yang dipakai, suntik KB merupakan alat kontrasepsi terbanyak digunakan oleh wanita berstatus kawin (32 persen), diikuti oleh pil KB, hampir 14 persen.

Sebagai bentuk komitmen Bayer secara global dalam membantu negara-negara berkembang untuk akses kontrasepsi, Vice President Corporate Commercial Relations, Bayer AG, Klaus Brill mengatakan,” Bayer sangat serius dalam tanggung jawab sosial sebagai pemasok kontrasepsi hormonal terkemuka. Selama lima puluh tahun - dan di lebih dari 130 negara - kami telah mendukung program keluarga berencana yang menjamin bahwa perempuan di seluruh dunia dapat menggunakan alat kontrasepsi modern terlepas dari pendapatan mereka. Pada bulan Januari 2013, Bayer bersama dengan Bill & Melinda Gates Foundation bekerja sama untuk membuat kontrasepsi implan long-acting reversible. Pada saat program ini sukses diimplementasikan maka dapat mencegah lebih dari 28 juta kehamilan yang tidak diinginkan untuk kurun waktu 2013 sampai 2018, dan, pada akhirnya, mencegah sekitar 30.000 kematian ibu. Secara total, program ini akan menghemat sekitar US $ 250 juta dalam biaya kesehatan global.”

 

- Selesai -

 

Tentang Bayer: Science For A Better Life
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada saat yang sama, Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Bayer berkomitmen pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2014, Bayer mempekerjakan 119.000 orang dengan penjualan senilai Euro 42,2 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,5 miliar dengan biaya R & D senilai Euro 3,6 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang akan ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan independen bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2015. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.bayer.co.id dan www.bayer.com.


Media Contact:
Anton Susanto
Head of Communications
PT Bayer Indonesia
Phone: +62-21-30491506
E-mail: anton.susanto@bayer.com
www.bayer.co.id dan www.bayer.com


Pernyataan Perkiraan Kedepan
Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.co.id dan www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

 

L.ID.COM.WH.01.2016.1437