12 Mei 2015

Inovasi Bayer membantu memperkuat rekor panen jelai di dunia

Petani Selandia Baru memproduksi 13,8 ton jelai (barley) per hektar / Pentingnya program pengendalian hama penyakit / Kolaborasi sebagai kunci keberhasilan

Tim pemenang: David Weith (Bayer Territory Manager), Colin Dunstan (Bayer Seed Treatment Specialist), Joy Darling, Warren Darling, dan Holger Detje (Managing Director dan Kepala CropScience di Selandia Baru).

Monheim, 30 April 2015 – Solusi inovatif perlindungan tanaman dari Bayer CropScience telah membantu pasangan petani Selandia Baru memecahkan rekor dunia untuk panen jelai (barley). Warren dan Joy Darling, dari Timaru, South Island, yang memproduksi 13,8 ton per hektar, dengan mudah memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 12,2 ton milik perkebunan Stockton Park di Skotlandia sejak 1989. Rekor baru ini resmi disahkan oleh Guinness World Records pada tanggal 15 April, setelah tanaman dipanen pada 23 January 2015.

 

Di Selandia Baru, hasil panen rata-rata untuk jelai musim dingin, jenis yang ditanam oleh pasangan Darling, adalah sekitar 9,5 ton per hektar. Rekor baru 13,8 ton adalah 45% lebih besar dari hasil panen rata-rata. Gulma, hama penyakit, kesuburan tanah, kekeringan dan cuaca ekstrem merupakan tantangan yang paling sering dihadapi para petani di Selandia Baru.

 

“Para petani terkemuka di dunia seperti pasangan Darling memastikan bahwa kita akan berhasil mencapai tujuan utama kita untuk menjamin pasokan makanan sehat dan cukup untuk semua orang di seluruh dunia. Kami sangat gembira perusahaan kami dapat berperan dalam pencapaian rekor tersebut,” kata Dr. Holger Detje, Managing Director Bayer Selandia Baru dan Kepala Bayer CropScience di Selandia Baru. “Kami senang sekali bahwa solusi inovatif perlindungan tanaman kami menjamin hasil panen jelai yang luar biasa ini, yang telah berhasil memecahkan rekor panen dunia.”

 

“Kami telah menjadi pemimpin pasar untuk produk perlindungan tanaman sereal, tanaman pokok yang terpenting di dunia,” ujar Hartmut van Lengerich, Kepala Strategi Tanaman dan Manajemen Portofolio untuk Biji-bijian, Beras, dan Fungisida di Bayer CropScience. Ia menekankan bahwa memberi makan lebih dari sembilan miliar orang yang akan hidup di planet ini pada tahun 2050 merupakan salah satu tantangan terbesar dunia. “Tantangan ini menggerakkan pertanian global dan industri kami. Kami telah memetakan rencana komprehensif untuk 10 tahun ke depan dengan menginvestasikan EUR 1,5 miliar untuk penelitian dan pengembangan solusi baru bagi tanaman biji-bijian di tahun 2020, meliputi bibit maupun produk perlindungan gandum, tanaman biji-bijian utama di dunia, sebagai salah satu contoh dari bisnis jangka panjang kami.”

 

Inovasi perlindungan tanaman mendorong produksi sereal yang berkelanjutan

 

Bayer CropScience memiliki posisi yang kuat dalam pertanian Selandia Baru. Perusahaan menawarkan portofolio produk yang canggih kepada para pelanggan yang akan membantu petani menjaga hasil panennya, meningkatkan kualitas gabah, dan memperbanyak hasil panen secara berkesinambungan: fungisida membantu mengendalikan berbagai patogen dalam tindakan yang berbeda-beda, herbisida memberikan solusi bagi rumput utama dan gulma dikotil maupun layanan untuk manajemen ketahanan, serta solusi insektisida untuk melindungi gabah dari kerugian pasca-panen. Selain itu, produk unggulan perawatan benih yang dipasarkan di bawah merek kuat Bayer SeedGrowth™ memberikan awal yang sesehat mungkin bagi tanaman, membantu mereka tumbuh lebih kuat dan memproduksi hasil yang luar biasa saat panen.

 

“Seluruh organisasi sangat bangga bahwa inovasi-inovasi dari Bayer telah menetapkan dasar bagi rekor menakjubkan ini.  Bayer CropScience menyediakan perawatan benih secara menyeluruh, program pengendalian gulma dan penyakit, termasuk fungisida Aviator Xpro kami yang baru diluncurkan,” Detje menambahkan. “Produk penting lainnya termasuk produk perawatan benih Poncho dan Raxil, serta herbisida Firebird dan Hussar. Saya yakin bahwa dengan portofolio solusi perlindungan tanaman kami yang luas, kami akan melihat hasil panen yang lebih tinggi di masa depan.”

 

Kolaborasi sebagai kunci untuk memanfaatkan potensi pertanian modern

 

Pertanian dan produktivitas tanaman didorong terutama oleh perbaikan agronomi dan kemajuan teknologi. Untuk membantu memajukan potensi pertanian modern dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para petani, komunitas, dan masyarakat; kolaborasi dan kemitraan adalah kuncinya.

 

“Banyak faktor yang menentukan keberhasilan panen besar seperti jelai—tanah, iklim, kemajuan teknologi mesin pertanian, serta input pertanian seperti varietas benih, nutrisi, dan solusi perlindungan tanaman,” Detje menjelaskan. “Ketika pemasok dari masing-masing input ini berkolaborasi dengan petani-petani terampil seperti Warren, Anda dapat melihat tanaman yang sehat dengan hasil panen yang sangat bagus. Realisasi dari rekor jelai dunia menunjukkan bahwa petani-petani Selandia Baru merupakan salah satu yang terbaik di dunia.”

 

Untuk mengembangkan solusi inovatif yang mendorong produksi biji-bijian secara berkelanjutan, Bayer CropScience berinvestasi besar pada penelitian dan pengembangan. Perusahaan bertujuan untuk membawa produk perlindungan tanaman ke pasar, membantu para petani di Selandia Baru dan seluruh dunia untuk meningkatkan produksi makanan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau sambil menuai manfaat berkelanjutan.

 

Tentang Bayer CropScience

Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang perawatan kesehatan, pertanian dan bahan polimer berteknologi tinggi. Bayer CropScience, subgrup dari Bayer AG dalam bidang pertanian melakukan penjualan senilai EUR 9.494 juta atau Rp. 130.1672 trilyun (2014). Bayer CropScience adalah perusahaan berbasis sains terkemuka dalam hal bibit, perlindungan tanaman dan pengendalian hama non-pertanian. Perusahaan ini menyediakan produk-produk unggul untuk beragam bibit unggul, perlindungan tanaman berbasis kimia dan biologis, dan pelayanan pertanian yang modern dan berkesinambungan. Dalam aplikasi dibidang non-pertanian, Bayer CropScience memiliki keragaman produk dan pelayanan yang luas untuk pengendalian hama dari skala taman rumah hingga perhutanan. 23.100 karyawan bekerja untuk Bayer CropScience diseluruh penjuru dunia dan menembus lebih dari 120 negara. Untuk informasi selanjutnya silahkan kunjungi www.press.bayercropscience.com.