26 September 2019

Hari Kontrasepsi Sedunia 2019 - The Power of Options : Ibu milenial cerdas dalam perencanaan keluarga dan memilih kontrasepsi modern

  • Ibu milenial memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan dengan melakukan perencanaan keluarga yang baik.
  • Hambatan perempuan di Asia dalam menggunakan kontrasepsi modern termasuk pil kontrasepsi1.
  • Power of Options: Ibu Milenial dapat membuat pilihan berdasarkan informasi tentang kontrasepsi dengan mendapatkan informasi dan edukasi yang akurat dan terpercaya.

Jakarta, 26 September 2019

 

Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) - setiap tanggal 26 September - merupakan momen penting setiap tahunnya untuk menyuarakan pentingnya kesadaran kesehatan reproduksi perempuan dan perencanaan keluarga untuk kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan serta keluarganya. Sejak diluncurkannya WCD pada tahun 2007, Bayer dan 16 mitra internasional secara konsisten melakukan berbagai kampanye kesehatan reproduksi dan kontrasepsi di seluruh dunia.

 

Badan Pusat Statistik memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 mencapai 271 juta jiwa dan proporsi terbesar adalah generasi milenial (usia 20 – 40 tahun) sebanyak 34% dari total prediksi jumlah penduduk atau sekitar 83 juta jiwa. Sesuai dengan karateristiknya, generasi milenial memiliki karakter unik ditandai dengan peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media dan teknologi digital2.

 

Untuk itu, Bayer Indonesia dalam perayaan WCD tahun ini mengadakan edukasi kepada para ibu milenial di Jakarta untuk meningkatkan pengetahuan mereka terkait kesehatan reproduksi dan pentingnya kontrasepsi dalam perencanaan keluarga sehingga mereka mempunyai kekuatan untuk memilih atau Power of Options.

 

Presiden Direktur PT Bayer Indonesia, Angel Michael Evangelista, dalam sambutannya mengatakan, ”Beberapa tahun ke depan jumlah penduduk usia produktif akan meningkat di Indonesia yang didominasi oleh generasi Y atau generasi milenial. Generasi milenial sangat terbiasa melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan. Untuk itu Bayer melihat pentingnya menyediakan informasi terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi yang akurat dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai edukasi dan sumber terpercaya bagi seorang ibu milenial sehingga mereka memiliki the Power of Options.”

 

Dalam kesempatan yang sama, dr. Boy Abidin, SpOG(K), menjelaskan, “The Power of Options merupakan hal penting bagi ibu milenial. Memiliki kesempatan untuk memilih yang terbaik bagi kesehatan reproduksinya dan melakukan perencanaan keluarga yang tepat, dapat membantu ibu milenial untuk mempersiapkan kehamilan dan menjaga kesehatan selama kehamilan sehingga dapat melahirkan generasi baru yang berkualitas. Selain itu, perencanakan keluarga juga bermanfaat bagi ibu milenial untuk memberdayakan dirinya dalam segi pendidikan, sosial dan ekonomi. Kemudahan akses informasi tentang pentingnya perencanaan keluarga dan berbagai macam alat kontrasepsi serta manfaatnya baik manfaat kontrasepsi dan non kontrasepsi akan menjadi faktor pendukung bagi ibu milenial dalam menentukan pilihan.”


Perencanaan keluarga dapat dilakukan dengan mengendalikan kehamilan menggunakan alat kontrasepsi modern. Namun terbatasnya pengetahuan mengenai metode kontrasepsi modern dan kesalahpahaman kerap menjadi hambatan utama penggunaannya3.

 

“Banyak ibu milenial yang masih takut menggunakan pil kontrasepsi hormonal karena dapat menyebabkan ketidaksuburan rahim atau dikenal dengan istilah ‘rahim kering”, menyebabkan penambahan berat badan dan bahkan dapat menyebabkan kanker. Pada kenyataannya, hal tersebut tidak benar. Ada penelitian ilmiah yang dapat mematahkan seluruh mitos yang ada,” kata dr. Boy Abidin, SpOG(K). 

 

Ia menambahkan, “Kontrasepsi modern memberikan kekuatan pilihan / Power of Options kepada perempuan juga keluarganya dengan memberikan mereka ketenangan pikiran dalam merencanakan masa depan sehingga mereka dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas dalam meraih keinginan mereka. Di samping itu manfaat non-kontrasepsi yang menyertainya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan. Contohnya pil kontrasepsi modern memiliki tingkat efektifitas proteksi kehamilan sebesar 98 – 99 persen dan saat ini ada pil kontrasepsi modern dengan kandungan Drospirenone 3 mg dan Ethinylestradiol 0,03 mg yang memiliki manfaat tambahan non kontrasepsi seperti mempertahankan berat tubuh, mengurangi rasa sakit saat menstruasi dan jerawat”. 

 

Pentingnya Power of Options bagi ibu milenial disampaikan pula oleh Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, Psikolog ”Masyarakat Indonesia memberikan tuntutan bagi pasangan yang baru menikah untuk segera memiliki anak, bahkan segera menambah jumlah anak. Padahal jarak kehamilan ideal secara psikologis rentangnya 2-5 tahun. Menghadapi tuntutan sosial tersebut selayaknya seorang ibu berdaya untuk memilih apakah dan kapan ingin hamil dan memiliki anak. Dengan memilih, maka ia jadi lebih bertanggung jawab dalam menjalankan konsekuensinya.”

 

“Kehamilan tidak direncanakan dapat memberikan berbagai risiko buat ibu dan anak. Cukup sering terjadi penolakan kehamilan atau ketidaksadaran bahwa dirinya hamil. Stres ibu juga menjadi lebih tinggi selama kehamilan. Kondisi kehamilan seperti demikian membuat tumbuh kembang janin terhambat. Demikian pula setelah lahir, kasih sayang antara ibu dan bayi (attachment) kurang berkembang optimal, sehingga tumbuh kembang psikologis anak jadi bermasalah. Sebaliknya dengan jarak kehamilan yang direncanakan, ibu juga dapat mengembangkan dirinya, mengurus keluarga secara lebih optimal dan menjadi lebih bahagia. Setiap anak yang dilahirkan juga dapat menjadi lebih diperhatikan sehingga perkembangannya lebih optimal,” demikian ditambahkannya.

 

Lebih lanjut, Nina mengatakan, “Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu metode merencanakan keluarga yaitu dengan menggunakan kontrasepsi. Namun, adanya hambatan bagi ibu dalam menggunakan kontrasepsi, khususnya pil kontrasepsi, yaitu lupa, sibuk, ketidakpahaman cara penggunaan pil kontrasepsi, terjadi perubahan besar dalam hidup (pindah rumah atau pindah kerja, bertengkar dengan pasangan, dan lainnya), travelling ke negara lain, tidak meletakkan pil di tempat yang mudah diambil, ketiadaan apotik atau pusat kesehatan yang menjual pil kontrasepsi, anggapan bahwa pil mahal, mengalami KDRT dan budaya4.”

 

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Nina menambahkan, “Ibu dapat melakukan beberapa hal seperti mencari segala informasi tentang penggunaan pil kontrasepsi, menentukan waktu paling nyaman untuk meminumnya, menggunakan dompet atau kantong yang selalu dibawa (tidak diganti-ganti) dan meletakkan pil kontrasepsi di dompet atau kantong tersebut, menggunakan alarm handphone sebagai pengingat.”

 

Perencanaan keluarga yang tepat akan memberi kesempatan pada ibu untuk mengembangkan dirinya misalnya dari segi pendidikan dan sosial. Tentu saja, dalam merencanakan keluarga, ibu juga memerlukan dukungan penuh dari suami sebagai mitranya.

 

“Peran suami sangat penting sebagai mitra dalam perencanaan keluarga. Berbagai hambatan yang muncul dari sisi ibu maupun dari lingkungan. Dengan adanya keterlibatan suami, hambatan ini bisa diminimalisasi dan diatasi. Dengan demikian keluarga dapat mengurangi terjadinya kehamilan tidak direncanakan, dan sebaliknya dapat menciptakan keluarga yang lebih bahagia,” jelasnya.

 

Menurut Data Badan Kesehatan Dunia tercatat 214 juta perempuan usia subur di negara berkembang tidak menggunakan metode kontrasepsi modern3. Perencanaan keluarga memungkinkan pasangan suami isteri untuk menentukan jumlah anak yang diinginkan dan menentukan jarak kehamilan. Di Indonesia saat ini penggunaan pil kontrasepsi menjadi pilihan terbesar ke-dua (21,2%) setelah suntik (50,8%)5.

 

Perencanaan keluarga juga dapat meningkatkan ekonomi seorang perempuan. Dalam sebuah penelitian yang dilakuan oleh seorang ekonom, Amalia Miller beberapa tahun yang lalu membuktikan bahwa jika seorang perempuan menikah berusia 20 tahun dapat menunda menjadi ibu selama satu tahun, maka penghasilan seumur hidupnya akan meningkat sebesar 10%, karena ia dapat menyelesaikan pendidikannya dan melanjutkan karirnya sebelum memiliki anak6.

 

Inilah mengapa Power of Option sangat penting bagi ibu milenial. 

 

-- selesai --

 

 

Hari Kontrasepsi Sedunia / World Contraception Day (WCD)

 

WCD diadakan setiap tahun pada tanggal 26 September. Kampanye global yang dilakukan setiap tahun di dunia dengan visi di mana setiap kehamilan merupakan kehamilan yang direncanakan. WCD diluncurkan pada tahun 2017 dengan misi untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kontrasepsi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat memahami dan membuat keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksinya. Untuk mencapai tujuan ini, enam belas mitra internasional telah membentuk koalisi WCD yang terdiri dari LSM, organisasi pemerintah serta asosiasi ilmiah dan medis dan didukung oleh Bayer.

 

Mitra tersebut adalah:
• Asia Pacific Council on Contraception (APCOC)
• Centro Latinamericano Salud y Mujer (CELSAM)
• DSW (Deutsche Stiftung Weltbevoelkerung)
• EngenderHealth (EH)
• European Society of Contraception and Reproductive Health (ESC)
• Family Planning 2020 (FP2020)
• International Federation of Pediatric and Adolescent Gynecology (FIGIJ)
• International Planned Parenthood Federation (IPPF)
• Marie Stopes International (MSI)
• Pathfinder International
• Population Council
• Population Services International (PSI)
• The United States Agency for International Development (USAID)
• United Nations Population Fund (UNFPA)
• Women Deliver (WD)

 

Referensi:
1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4776867/
2. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/9acde-buku-profil-generasi-milenia.pdf.
3. Cecilia Caetano, Tina Peers, Linda Papadopoulos, Katja Wiggers, Yvonne Engler & Heather Grant (2019). Millennials and contraception: why do they forget? An international survey exploring the impact of lifestyles and stress levels on adherence to a daily contraceptive regimen. The European Journal of Contraception & Reproductive Health Care. 24:1, 30-38, DOI: 10.1080/13625187.2018.1563065
4. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception
5. https://www.familyplanning2020.org/indonesia
6. http://theunbrokenwindow.com/Research%20Methods/fertilitytiming-miller.pdf


Bayer: Science For A Better Life


Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat dan menjawab tantangan utama yang muncul akibat populasi dunia yang terus bertambah dan menua. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, dan brand Bayer merupakan perwujudan dari kepercayaan, reliabilitas, dan kualitas di seluruh dunia. Pada tahun fiskal 2018, Bayer mempekerjakan 117.000 orang dengan penjualan senilai Euro 39.6 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,6 miliar dengan biaya R&D senilai Euro 5,2 miliar. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.bayer.com atau www.bayer.co.id.

 

Kontak untuk Media:


Laksmi Prasvita
Head of Communications, Public Affairs & Sustainability


Sri Libri Kusnianti
Communications, Public Affairs & Sustainability
Telepon: +62 21 30491111
E-mail: sri.libri@bayer.com


Informasi lebih lanjut kunjungi : www.bayer.co.id atau www.bayer.com
Kunjungi Facebook kami : www.facebook.com/bayerindonesia

 

PP-YSM-ID-0023-1 - 25.09.2019