01 April 2016

Penyakit Citrus Greening

Dunia Tanpa Jus Jeruk?

Petani jeruk di AS telah kembali menghadapi tantangan besar: Sebuah penyakit yang disebut Citrus Greening adalah ancaman bagi keberadaan seluruh industri. Solusi efektif memerlukan pendekatan terintegrasi.

"Sumber bencana ini adalah si pemakan daun kecil," kata David Evans, menunjuk ke serangga yang hampir tidak terlihat dengan mata manusia. "Jika kutu loncat terinfeksi memakan daun dari pohon jeruk sekali saja, maka ia telah mengirimkan penyakit citrus greening. Daun menguning dan jeruk tetap hijau. Tiga sampai lima tahun kemudian, pohon itu sudah mati." David Evans adalah petani jeruk generasi keempat. Bagi dia dan rekan-rekannya, hal ini membahayakan seluruh usaha pertaniannya: "Jeruk terkenal sebagai komoditi terbesar bagi Florida, sama halnya seperti anggur bagi Moselle, Rhine atau Rhône. Kami berjuang untuk masa depan pertanian jeruk kami dan tradisi yang berakar dalam kehidupan kami semua."

 

Huanglongbing (Yellow Dragon Disease), atau Citrus Greening, berawal dari Cina. Hal ini disebabkan oleh bakteri, tetapi ditularkan oleh kutu loncat jeruk Asia. Selama bertahun-tahun, telah mencapai semua negara di mana jeruk untuk ekstraksi jus ditanam dalam skala besar: terutama AS dan Brazil. "Kerusakan yang diakibatkannya sangat besar," kata David Evans. "Di Florida, hampir 90 persen dari semua pohon jeruk telah terinfeksi. Hanya lima atau enam tahun yang lalu, Florida terkenal mampu memproduksi 240 juta kotak jeruk per tahun. Saat ini turun hingga kurang dari 100 juta."

 

Sampai saat ini, tidak ada obat untuk penyakit ini, sehingga untuk saat ini kematian pohon yang terinfeksi hanya dapat ditunda, bukan dicegah. Yang bisa kita lakukan, meski begitu, adalah melawan kutu loncat yang menularkan penyakit. Bersama-sama dengan asosiasi produsen, universitas dan industri minuman jus, Bayer berfokus pada perjuangan melawan serangga kecil penghisap getah ini. "Anda tidak dapat mengontrol masalah dengan insektisida tradisional," kata Kai Wirtz, Global Crop Manager Fruit di Bayer. "Kutu loncat ini sangat reproduktif, sehingga jika hanya salah satu dari mereka yang bisa bertahan dari insektisida, maka dapat memicu terjadinya babak baru dari lingkaran setan ini. Kita perlu insektisida sistemik seperti Movento™* atau Sivanto™* baru untuk memberikan dampak yang langgeng dalam perjuangan kami melawan hama. "Bayer telah menerima pendaftaran Sivanto™ di Amerika Serikat dan telah meluncurkan produk ini di Florida pada awal 2015. Pendaftaran lebih lanjut untuk Sivanto™ prime juga dilakukan pada tahun 2015 di Kanada, Meksiko dan Australia dan, sejak tahun 2016 dan seterusnya, di negara-negara Eropa. Penelitian lapangan yang besar telah menunjukkan bahwa Sivanto™ memenuhi standar keamanan yang tinggi.

 

Ketika diterapkan pada tingkat dosis sesuai label yang diusulkan, Sivanto™ tidak memberikan efek buruk pada pengembangan lebah madu koloni. Bayer juga mendukung produksi dan penyebaran keuntungan dari perjuangan melawan kutu loncat. "Tahun ini, kami akan mengambil langkah pertama dan menerapkan pemanfaatan Tamarixia radiata di kebun jeruk yang ditinggalkan dan non-komersial untuk menghilangkan sumber penting dari infeksi baru ini," kata Kai Wirtz. Peneliti Bayer di Monheim, Jerman, juga bekerja pada umpan yang menjanjikan untuk mengembangkan perangkap yang bisa digunakan untuk meningkatkan pemantauan kutu loncat atau untuk membentuk sabuk pelindung di sekitar kebun. Bayer juga akan mulai mengoperasikan model peternakan di Florida, Meksiko dan Kosta Rika, untuk mengembangkan dan menunjukkan solusi yang komprehensif untuk kontrol kutu loncat.

 

David Evans menghargai komitmen ini dan bertekad untuk tidak menyerah: "Sesuai dengan sifatnya, petani optimis, gigih dan penuh akal. Kami akan tinggal dan berjuang. Tujuan kami adalah untuk mengembalikan hasil panen Florida sesuai panen awal sebesar 240 juta kotak mereka per tahun. Kemitraan dengan perusahaan berbasis penelitian seperti Bayer akan membantu kami untuk berhasil." Dengan begini, sepertinya kita tidak perlu membayangkan dunia tanpa jus jeruk.

 

About Bayer CropScience

Bayer Group adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang perawatan kesehatan dan pertanian. Bayer CropScience, subgrup dari Bayer AG dalam bidang pertanian melakukan penjualan senilai EUR 9,494 milyar (2014). Bayer CropScience adalah perusahaan berbasis sains terkemuka  dalam hal bibit, perlindungan tanaman dan pengendalian hama non pertanian. Perusahaan ini menyediakan produk-produk unggul untuk beragam bibit unggul, perlindungan tanaman berbasis kimia dan biologis, dan pelayanan pertanian yang modern dan berkesinambungan. Dalam aplikasi dibidang non pertanian, Bayer CropScience memiliki keragaman produk dan pelayanan yang luas untuk pengendalian hama dari skala taman rumah hingga perhutanan. 23.100 karyawan bekerja untuk Bayer CropScience diseluruh penjuru dunia dan menembus lebih dari 120 negara. Untuk informasi selanjutnya silahkan kunjungi www.press.bayercropscience.com.

 

Temukan informasi selanjutnya di www.bayercropscience.com.

 

Pernyataan Perkiraan Kedepan 


Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan ke depan yang dibuat oleh manajemen Bayer. Berbagai resiko, yang diketahui dan tidak diketahui, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan, dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan perkiraan ke depan atau menyesuaikan dengan kejadian atau perkembangan di masa depan.

 

Sumber: http://www.cropscience.bayer.com/en/Magazine/Citrus-Greening-Disease.aspx