24 Mei 2016

Diskusi Media: ”Your Body, Your Life, Your Decision” - Fakta dan Mitos Pil Kontrasepsi Hormonal

  • Kesalahpahaman dan fakta tentang pil kontrasepsi hormonal
  • Ketika diminum secara konsisten dan benar, pil kontrasepsi kombinasi merupakan metode yang paling dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan; memiliki tingkat kegagalan ≤ 1 (kurang dari 1 dalam 100 perempuan)1

Jakarta, 24 Mei 2016
PT Bayer Indonesia mengadakan diskusi media ”Your Body, Your Life, Your Decision ” – Fakta dan mitos pil kontrasepsi hormonal. Dalam diskusi media ini dipaparkan fakta-fakta dan informasi penelitian ilmiah terkait untuk menjawab mitos yang mengakibatkan perempuan di Asia takut menggunakan pil kontrasepsi hormonal.

Saat ini, sembilan dari 10 perempuan di dunia menggunakan kontrasepsi modern2. Metode kontrasepsi modern termasuk sterilisasi, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), kondom dan kontrasepsi hormonal lainnya seperti pil. Metode kontrasepsi modern dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan dibandingkan dengan kontrasepsi tradisional3. Pil menempati urutan ke tiga sebagai metode kontrasepsi paling umum di dunia saat ini dimana memiliki distribusi geografis terluas dibanding kontrasepsi lainnya. Di Asia sebanyak 6,4% menggunakan pil kontrasepsi dan di Indonesia sebesar 13,6%, sementara penggunaan pil tertinggi untuk wilayah Asia Tenggara ditempati oleh Thailand sebesar 35%4.

Faktor utama penyebab masih rendahnya penggunaan pil hormonal sebagai kontrasepsi adalah masih adanya mitos yang ada terkait kontrasepsi hormonal. Menurut dr. Boy Abidin, SpOG, banyak perempuan takut menggunakan pil kontrasepsi hormonal karena takut sulit hamil, gemuk, dan kanker. Padahal hal tersebut tidak benar. Menurut penelitian yang telah dilakukan penggunaan pil kontrasepsi hormonal tidak menyebabkan efek negatif pada tingkat kesuburan5,6. Juga tidaklah benar bila semua pil kontrasepsi menyebabkan penambahan berat badan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penambahan berat badan bukan disebabkan oleh pemakaian pil kontrasepsi, namun karena faktor usia dan pola diet serta aktifitas fisik7.“ dr. Boy Abidin, SpOG menambahkan bahwa penggunaan pil kontrasepsi dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrial. Data menunjukkan bahwa risiko kanker menurun pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi untuk jangka waktu panjang8. Penelitian juga menunjukkan bahwa adanya penurunan risiko kanker endometrial sebesar 50% pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi9-15.

Ketika orang berbicara tentang kontrasepsi oral, atau pil, biasanya mereka akan merujuk pada pil kontrasepsi kombinasi yang berisi estrogen dan progestin. Kombinasi hormon tersebut memberikan efek kontrasepsi dan mempertahankan siklus menstruasi yang teratur. Pil kontrasepsi kombinasi tersedia dengan berbagai jenis progestin. Progestin tertentu memberikan efek non kontrasepsi seperti melawan efek estrogen yang menyebabkan retensi air (berat barat meningkat) dan gejala terkait. Efek non kontrasepsi lainnya termasuk pengobatan gejala emosional dan fisik premenstrual dysphoric disorder (PMDD), bentuk yang paling parah dari sindrom pramenstruasi (PMS)16. “Pil kontrasepsi kombinasi merupakan metode kontrasepsi yang sangat dapat diandalkan untuk menghindari kehamilan, bila diminum secara konsisten dengan jadwal yang tetap dan benar. Tingkat kegagalannya ≤ 1 (kurang dari 1 dari 100 perempuan)1

Banyak perempuan berpikir bahwa minum pil kontrasepsi itu repot karena sering lupa. Bagaimana kalau lupa? Bila lupa dalam rentang waktu 12 jam, segera setelah ingat, minum pil yang terlupa dan pil yang berikutnya. Artinya minum sekaligus dua pil dalam satu hari17,“kata dr. Boy Abidin, SpOG.

Setiap perempuan berhak untuk mendapatkan informasi yang tepat dan berkonsultasi terkait berbagai pilihan kontrasepsi. Dengan memberikan informasi sesuai dengan fakta terkait pil kontrasepsi maka setiap perempuan dapat memperoleh dan mengetahui informasi berbasis ilmu pengetahuan sehingga membantu perempuan untuk menghilangkan mitos terkait pil kontrasepsi.

Tentang Bayer: Science For A Better Life
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2015, Bayer mempekerjakan 117.000 orang dengan penjualan senilai Euro 46,3 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,6 miliar dengan biaya R&D senilai Euro 4,3 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang telah ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan independen bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2016. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.bayer.com www.bayer.com atau www.bayer.co.id.

Media Contact:
Anton Susanto
Head of Communications
PT Bayer Indonesia
Phone: +62-21-30491506
E-mail: anton.susanto@bayer.com

Pernyataan Perkiraan Kedepan
Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

Referensi:

  1. James Trussel, PhD, Contraceptive Failure in the United States, National Institute of Health 2011; 83 (5): 397-404
  2. United Nations (2013), World Contraceptive Patterns
  3. World Contraception Day website, http://www.your-life.com
  4. United Nations (2013), World Contraceptive Patterns
  5. Mansour D,et al.Contraception.2011 Nov;84(5):465-77.
  6. Cronin M, et al. Obstet Gynecol. 2009 Sep;114(3):616-22.
  7. Redmond G, et al. Contraception 60:81, 1999. Carpenter S, Neinstein LS. J Adolesc Health Care 7:342, 1986. Reubinoff BE, et al. Fertil Steril 64:963, 1995. Moore LL, et al. Contraception 52:215, 1995. Gupta S, Hum Reprod Update 6:427, 2000. Coney P, et al. Contraception 63:297, 2001.
  8. Havrilesky et al. Evidence report/technology assessment 2013:1-514
  9. Vessey et al. Contraception. 2013;88(6):678-683;
  10. Hannaford et al. BMJ 2007;335:651;
  11. Havrilesky et al. Evidence report/technology assessment 2013:1-514;
  12. Jick et al. Obstet Gynecol1993;82:931-5;
  13. Hulka et al. JAMA 1982;247:475-7;
  14. Kaufman et al N Engl J Med 1980;303:1045-7;
  15. NICHD. JAMA 1987;257:796-800.
  16. www.pharma.bayer.com
  17. Drospirenon – patient package insert

 

L.ID.COM.WH.05.2016.1512