31 Agustus 2016

Diskusi Media: ”Your Body, Your Life, Your Choice” - Kenali Jerawat Hiperandrogen dan Dampaknya bagi Perempuan

  • Hormon yang tidak seimbang dalam tubuh perempuan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Salah satunya kelebihan hormon androgen (hormon khas laki-laki) yang dikenal dengan hiperandrogen yang dapat terjadi pada sekitar 10 - 20% perempuan usia produktif1.
  • Hanya terdapat 1% hormon androgen bebas pada tubuh perempuan2. Jika meningkat maka terjadi masalah pada perempuan salah satunya adalah jerawat dengan derajat sedang sampai berat.
  • Pengobatan jerawat hiperandrogen dapat menggunakan pil kontrasepsi kombinasi yang memiliki sifat antiandrogenik yang kuat3.
  • Dilaporkan pasien dengan masalah jerawat akan mengalami depresi klinis sebesar 18% dan kecemasan sebesar 44%4.
  • Selain itu 18% dari total biaya perawatan penyakit kulit di dunia adalah untuk terapi jerawat5.

Jakarta, 31 Agustus 2016 - Dikenal sebagai perusahaan berbasis Life Science, Bayer Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia terutama akses informasi masyarakat untuk kesehatannya. Hari ini, 31 Agustus 2016, Bayer Indonesia mengadakan diskusi media bertajuk “Your Body, Your Life, Your Choice : Kenali Jerawat Hiperandrogen dan Dampaknya bagi  Perempuan”. Pada diskusi media kali ini, Bayer Indonesia ingin mengajak masyarakat Indonesia mengenali jerawat hiperandrogen dan dampaknya bagi perempuan serta terapi yang tepat untuk mengatasi sumber masalahnya.

Perempuan memilki hormon estrogen, progesteron dan androgen yang masing-masing memiliki fungsi berbeda bagi tubuhnya. Hormon yang mempengaruhi penampilan kulit dan pertumbuhan rambut adalah hormon androgen. Penelitian menunjukkan bahwa hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen (hormon khas laki-laki), dapat mempengaruhi 10-20% perempuan pada usia produktif6. Dalam tubuh perempuan terdapat hanya 1 persen androgen bebas7. Jika kadar ini meningkat maka dapat menimbulkan masalah bagi perempuan, salah satunya yang nampak jelas adalah gangguan jerawat dengan derajat sedang hingga berat.

Menurut dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK,“Penyebab munculnya jerawat adalah karena tersumbatnya folikel kulit yang mana paling banyak disebabkan oleh produksi sebum / minyak yang berlebih. Berlebihnya produksi minyak di kulit wajah dapat dipengaruhi oleh tingginya kadar androgen bebas yang akan memicu aktivitas kelenjar minyak dan sebum. Sehingga kulit wajah yang semula lembut dan mulus, bisa tampak sangat berminyak serta tumbuh jerawat dan komedo. Jerawat dapat terbagi tiga tingkatan yaitu jerawat ringan, sedang dan berat / parah. Jenis jerawat yang disebabkan oleh hiperandrogen dapat dikelompokkan sebagai jerawat dengan derajat sedang hingga berat / parah.”

Dr.dr. Budi Wiweko,SpOG(K) mengatakan, “Hiperandrogen pada perempuan merupakan salah satu kelainan hormonal. Salah satunya dampaknya yang paling nampak adalah timbulnya jerawat. Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dengan hiperandrogen akan mengalami gejala-gejala klinis hiperandrogen dengan karakteristik gejala seperti, Seborrhea (peradangan kulit bagian atas), Acne (Jerawat), Hirsutism (munculnya rambut pada bagian tubuh perempuan yang biasanya tidak ditumbuhi rambut), Alopecia (Kebotakan) atau siklus menstruasi yang tidak teratur, yang lebih dikenal dengan SAHA syndrome. Dalam memberikan terapi pengobatan untuk jerawat hiperandrogen, sangat penting untuk diketahui sumber masalahnya serta kondisi pasien. Pengobatan jerawat hiperandrogen dapat menggunakan pil kontrasepsi kombinasi yang memiliki sifat antiandrogenik yang kuat yaitu dengan cyproterone acetate.”

dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK menambahkan,”Masalah kulit yang disebabkan oleh faktor kebersihan lebih mudah diobati karena selama pasien dapat menjaga kebersihan diri, jerawat akan hilang atau sembuh dengan mudah. Berbeda dengan jerawat hiperandrogen, banyak pasien mencoba berbagai pengobatan atau perawatan namun tetap saja jerawat muncul kembali. Oleh sebab itu penting diketahui apa yang menjadi sumber masalahnya.”

Jerawat dapat berdampak gangguan emosi pada perempuan seperti rasa malu, rendahnya tingkat percaya diri, kegelisahan, serta dampak psikologis lain. 18% mengalami kegelisahandan 44% mengalami kecemasan8, dan bahkan dilaporkan 6% pasien berkeinginan melakukan bunuh diri9. Selain itu 18% dari total biaya perawatan penyakit kulit di dunia adalah untuk terapi jerawat10.

Setiap perempuan berhak mendapatkan edukasi atau informasi yang tepat untuk mengenali dampak hiperandrogen khususnya pada kesehatan kulit perempuan. Bayer Indonesia telah berpengalaman selama 25 tahun dalam membantu perempuan di Indonesia memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dengan kulit sehat dan bebas jerawat hiperandrogen.

 

Bayer: Science For A Better Life

Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2015, Bayer mempekerjakan 117.000 orang dengan penjualan senilai Euro 46,3 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,6 miliar dengan biaya R&D senilai Euro 4,3 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang telah ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan independen bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2016. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.bayer.com atau www.bayer.co.id.

 

Media Contact:

Anton Susanto

Head of Communications PT Bayer Indonesia

Phone: +62-21-30491506

E-mail: anton.susanto@bayer.com

 

Pernyataan Perkiraan Kedepan

Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

 

Referensi:

  1. Redmond GP. Int J Fertil Womens Med 1998; 43 91-97.
  2. Speroff, Leon et.al.Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility 6th edition.1999: 21
  3. Muhn et al. Ann NY Acad Sci. 1995;761:311–35;
  4. Yeung CK et al. Acta Derm Venereol 2002; 82: 104–107.
  5. ChenW, Thiboutot D, Zouboulis CC. Cutaneous androgen metabolism: Basic research and clinical perspectives. J Invest Dermatol 2002; 119:992-1007.
  6. Redmond GP. Int J Fertil Womens Med 1998; 43 91-97.
  7. Speroff, Leon et.al.Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility 6th edition.1999: 21
  8. Kellet SC and Gawkrodger DJ. Br. J Dematol 1999; 273-282
  9. Gupta MA and Gupta AK. Br J Dematol 1998; 139: 846-850
  10. ChenW, Thiboutot D, Zouboulis CC. Cutaneous androgen metabolism: Basic research and clinical perspectives. J Invest Dermatol 2002; 119:992-1007.

 

 L.ID.COM.WH.08.2016.1584