19 November 2015

Bayer Indonesia Ajak Masyarakat Untuk Mengenali Hipogonadisme Dan Bahaya Yang Ditimbulkan Bagi Kesehatan Pria

  • PT Bayer Indonesia mengajak masyarakat untuk mengetahui hipogonadisme pada pria terkait penyebab, dampak dan pengobatannya.
  • Pria dengan disfungsi ereksi3,4 dan diabetes melitus tipe 22,5 - dapat mengalami hipogonadisme. Terapi sulih hormon testosteron dianjurkan untuk pengobatan hipogonadisme.
  • BAYER merupakan perusahaan farmasi yang memiliki produk-produk kesehatan pria yang lengkap.

Jakarta, 19 Nopember 2015 - PT Bayer Indonesia sebagai salah satu perusahaan farmasi global hari ini di Jakarta menggelar dialog media bertajuk SMILe (Seputar Masalah Intim Lelaki) guna menyebarkan edukasi mengenai hipogonadisme atau sindrom defisiensi testoteron yang dapat berdampak pada kesehatan pria sehingga pada akhirmya mempengaruhi kualitas hidupnya.

 

Hipogonadisme merupakan kondisi dimana adalah suatu gejala klinis dimana seorang pria mengalami kekurangan testosterone akibat testis gagal memproduksi testosteron fisiologis. Kondisi ini dapat dialami oleh seorang pria sejak dari lahir ataupun dialami oleh seorang pria pada usia yang semakin lanjut. Pada umumnya hipogonadisme banyak dialami oleh seorang pria akibat penambahan usia. Namun kondisi ini banyak tidak disadari oleh pria karena masih kurangnya informasi terkait kesehatan pria.

 

Hipogonadisme dapat dikaitkan dengan berbagai gejala yang dapat menyebabkan kematian1. Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 414.000 laki-laki mengalami Disfungsi Ereksi (Erectile Dysfunction / ED)3,4 dan 462.000 laki-laki yang menderita diabetes tipe 2 2,5 dapat menderita defisiensi testosteron (Testosterone Deficiency Syndrome / TDS) dan hanya kurang dari 5% pria yang terdiagnosa TDS.

 

dr.Nugroho Setiawan, MS,SpAnd. mengatakan bahwa: “Banyak pria yang mengabaikan gejala-gejala seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah lelah, mudah berkeringat, dan penambahan lingkar pinggang. Seringkali kondisi ini dianggap lazim karena dikaitkan dengan penambahan usia pada pria. Padahal gejala tersebut menunjukkan seorang pria telah mengalami hipogonadisme atau defisiensi tostesteron. Lebih dari itu hipogonadisme juga menggangu metabolisme tubuh pria. Menurut penelitian bila seorang pria kekurangan hormon testosteron maka orang tersebut biasanya juga mengalami gangguan sindrom metabolik seperti diabetes melitus, dislipidemia dan begitu sebaliknya bila seorang pria mengalami penyakit sindrom metabolik maka orang tersebut cenderung juga mengalami hipogonadisme dan berujung pada penurunan kualitas hidup. Dampak hipogonadisme yang sangat menggangu bagi pria baik secara psikologis dan kesehatan adalah penurunan libido dan disfungsi ereksi.

 

Menurut Tara de Thouars, BA, M.Psi.,” Testosteron penting untuk memungkinkan seorang pria untuk memiliki ereksi dan mengalami hasrat seksual (libido). Pada pria yang mengalami hipogonadisme, kemungkinan akan mengalami pula disfungsi ereksi (ED). Pria yang mengalami disfungsi ereksi dan penurunan libido akan mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan stress yang akhirnya berujung pada permasalahan dengan pasangannya. Untuk itu penting bagi pria untuk terbuka kepada pasangannya dan juga mau berkonsultasi baik dengan dokter andrologi maupun psikolog sehingga masalah baik yang memperngaruhi kesehatan dan psikologis dapat diatasi dengan cepat dan tepat.”

 

dr.Nugroho Setiawan, MS,SpAnd. menambahkan: “Tidak perlu malu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala hipogonadisme seperti penurunan libido dan disfungsi ereksi. Hipogonadisme dapat diterapi dengan testosteron undekanoat dan jika terjadi disfungsi ereksi (ED) maka dapat Verdenafil juga dapat dipergunakan sebagai terapi tambahan. Kedua obat tersebut bekerja sinergis dalam mengatasi masalah kesehatan pria dan tentunya telah terbukti menolong banyak pria untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kedua produk tersebut aman digunakan oleh pasien. Sebaiknya jangan pernah mengambil jalan pintas dengan mengkonsumsi obat kuat bila mengalami hipogonadisme dan gejalanya seperti disfungsi ereksi. Kita harus tahu akar permasalahannya sehingga pengobatan dapat efektif dan kualitas hidup dapat diperbaiki.“

 

Referensi:

1. Maggi M et al. J Sex Med 2007; 4:1056–1069. 2. Kapoor D et al. Diabetes Care 2007; 30:911–917. 3. Sexual Dysfunction Association http:// www.sda.uk.net/downloads/Impotence_or_erectile_dysfunction.pdf 4. Bodie J et al. J Urol 2003; 169:2262–2264. 5. Diabetes UK, personal communication. 27/02/09.

 

Tentang Bayer: Science For A Better Life

Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2014, Bayer mempekerjakan 119.000 orang dengan penjualan senilai Euro 42,2 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,5 miliar dengan biaya R & D senilai Euro 3,6 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan mandiri bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2015. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi situs kami di www.bayer.com.

 

Tentang Bayer HealthCare

Bayer Group adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang perawatan kesehatan dan pertanian. Bayer HealthCare, subgrup dari Bayer AG dengan penjualan tahunan lebih dari EUR 20 miliar atau Rp. 278,640 trilyun (2014), adalah salah satu perusahaan yang memimpin dalam hal inovasi di industri kesehatan serta produk-produk medis dan berpusat di Leverkusen, Jerman. Perusahaan ini menggabungkan kegiatan-kegiatan dari divisi Animal Health, Consumer Care, Medical Care dan Pharmaceuticals. Bayer HealthCare bertujuan untuk menemukan dan menciptakan produk-produk yang akan meningkatkan kesehatan manusia dan hewan di seluruh dunia. Bayer HealthCare memiliki lebih dari 60.700 karyawan (31 Desember 2014) di seluruh dunia dan hadir di lebih dari 100 negara. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi situs kami di www.bayerhealthcare.com

 

Media Contact:

Anton Susanto
Head of Corporate Communication PT Bayer Indonesia
Phone: +62-21-30491506
E-mail: anton.susanto@bayer.com
www.bayer.co.id dan www.bayer.com

 

Forward-LookingStatements

Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.