21 April 2015

Bayer CropScience bersama PISAgro Membantu Petani Indonesia Meningkatkan Hasil Panen dan Penghasilan Mereka

Bayer CropScience (BCS) memimpin kelompok kerja padi di PISAgro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture – Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia) dan merupakan salah satu dari tujuh perusahaan yang mendirikan organisasi kemitraan pemerintah swasta ini.

  • Dari panen terakhir, para petani berhasil meningkatkan hasil panen sebesar 16% atau rata-rata sebesar 0,9 ton/ha, berujung pada peningkatan pemasukan sebesar 30% atau tambahan senilai Rp15.000.000,- per musim.

  • Target petani binaan adalah sebanyak 120 ribu petani pada 2015, dan mencapai 2,6 juta petani pada 2020.

 

Jakarta, 21 April 2015 – Bayer CropScience di Indonesia, bersama PISAgro, bertujuan untuk meningkatkan 20% produktivitas pertanian, 20% pendapatan petani, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 20% pada setiap dekade.

 

Bayer CropScience adalah satu dari tujuh perusahaan swasta yang turut mendirikan PISAgro, organisasi kemitraan pemerintah swasta, yang didirikan pada Juni 2011, dan diresmikan oleh Bayu Krisnamurthi (pada masa itu menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI) dan Mahendra Siregar (pada masa itu menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan). Bayer CropScience juga mengetuai kelompok kerja padi di PISAgro, dan secara aktif mendukung Pemerintah Indonesia dalam menyediakan teknologi perlindungan tanaman untuk para petani.

 

Melalui kemitraan dengan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS), produsen beras premium, dalam program Kelompok Kerja PISAgro, Bayer CropScience telah aktif di bidang pertanian di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak tahun 2013, dengan area kerjasama mencapai 3 ribu hektar pada 2014. Melalui kemitraan strategis ini, para petani telah mampu meningkatkan hasil panen hingga 16% (atau o,9 ton/ha) yang berujung pada peningkatan pendapatan hingga 30% atau senilai Rp15.000.000/ha per musim.

 

Daerah binaan akan ditingkatkan menjadi 40 ribu hektar pada 2015 dan menjadi 800 ribu hektar pada 2020. Sementara itu, jumlah petani binaan program ini akan ditingkatkan menjadi 120 ribu petani pada 2015, dan menjadi 2,6 juta petani pada 2020, dengan target peningkatan hasil panen dan penghasilan petani masing-masing sebesar 20% per hektar.

 

Para petani telah membuktikan manfaat program PISAgro berupa ilmu pengetahuan tambahan melalui berbagai pelatihan dan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Bayer CropScience dalam penggunaan teknologi perlindungan tanaman. Para petani yang telah menerima pelatihan berhasil meningkatkan hasil panen per hektar dengan kualitas padi yang mengagumkan, sehingga bisa dijual ke PT Tiga Pilar Sejahtera dengan harga lebih tinggi dari rata-rata pasar.

 

Melalui pelatihan ini, para petani juga belajar bahwa penggunaan pestisida berlebihan dapat mengakibatkan resistensi pada hama, sekaligus membahayakan kondisi tanah dan tanaman. Kini, para petani binaan Bayer CropScience memahami dan melakukan praktek pertanian yang baik, terutama saat menggunakan pestisida dan pupuk. Dengan mematuhi saran penggunaan, para petani mampu meningkatkan hasil panen mereka hingga 16%.

 

Terdapat lebih dari 40 juta petani yang menggarap 20 juta hektar lahan di seluruh penjuru Indonesia. Menjangkau dan membantu mereka dengan kebutuhannya yang begitu beragam adalah sebuah tantangan yang hanya dapat diatasi melalui kemitraan lintas-sektor dan organisasi kemitraan antara pemerintah swasta, seperti PISAgro, dan para tentunya petani. Demi menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dan berbagi manfaat bagi semua pihak, upaya apa pun untuk membantu para petani Indonesia hendaknya dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.

 

“Tidak ada satupun organisasi yang mampu mengubah sistem pertanian dengan bekerja sendirian. Kita harus bekerja sama – baik itu lintas sektor pangan atau dengan jajaran para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, NGO dan donor, perusahaan lokal dan internasional, organisasi penelitian dan perguruan tinggi, dan tentunya para petani itu sendiri. Dibutuhkan kemitraan pemerintah swastra, serta solusi yang menyeluruh dan mekanisme pasar yang inovatif untuk menjawab permasalahan ini,” ungkap Eric Tesson, Country Division Head of Bayer CropScience di Indonesia yang hadir pada salah satu sesi World Economic Forum di Jakarta.

 

“Negara berkembang adalah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di di dunia, namun juga merupakan rumah bagi rakyat termiskin kekurangan gizi – bahkan, sekitar 30% populasi di Cina, India, Brazil, hidup di bawah garis kemiskinan dan kelaparan. Hampir 870 juta orang mengalami kelaparan di dunia saat ini dan sebagian dari mereka terlibat langsung dalam bidang pertanian. Sebanyak 90% petani mengelola kurang dari 2 hektar lahan pertanian. Dan untuk membuat petani kecil bisa bersaing di tingkat global, mereka membutuhkan dukungan yang spesifik. Mereka membutuhkan akses teknologi, ilmu praktis dan pelatihan. Dengan input yang tepat dan praktik agronomi yang berkelanjutan, para petani bisa meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan setiap musim, seperti yang sudah dibuktikan oleh petani mitra kerja kami di Indonesia,” ujar Eric Tesson.

 

-SELESAI-

Mengenai Bayer CropScience

Bayer Group adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang perawatan kesehatan, pertanian dan bahan polimer berteknologi tinggi. Bayer CropScience, subgrup dari Bayer AG dalam bidang pertanian melakukan penjualan senilai EUR 9.494 juta atau Rp. 130.1672 trilyun (2014). Bayer CropScience adalah perusahaan berbasis sains terkemuka  dalam hal bibit, perlindungan tanaman dan pengendalian hama non pertanian. Perusahaan ini menyediakan produk-produk unggul untuk beragam bibit unggul, perlindungan tanaman berbasis kimia dan biologis, dan pelayanan pertanian yang modern dan berkesinambungan. Dalam aplikasi dibidang non pertanian, Bayer CropScience memiliki keragaman produk dan pelayanan yang luas untuk pengendalian hama dari skala taman rumah hingga perhutanan. 23.100 karyawan bekerja untuk Bayer CropScience diseluruh penjuru dunia dan menembus lebih dari 120 negara. Untuk informasi selanjutnya silahkan kunjungi www.press.bayercropscience.com.

 

Bayer: Science For A Better Life

Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang perawatan kesehatan, pertanian dan bahan polimer berteknologi tinggi. Sebagai perusahaan inovasi, Bayer menetapkan tren di daerah penelitian intensif. Produk dan jasa Bayer difokuskan untuk menguntungkan dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Pada saat yang sama, Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2014, Bayer mempekerjakan 118.888 orang dengan penjualan senilai Euro 42,2 miliar (Rp. 587,931 trilyun). Belanja modal sebesar Euro 2,5 miliar (Rp. 34,830 trilyun) dengan biaya R & D senilai Euro 3,6 miliar (50,155 trilyun). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.bayer.com

 

Media Contact:

Anton Susanto

Head of Corporate Communication

PT Bayer Indonesia

Phone: +62-21-30491506

E-mail: anton.susanto@bayer.com

 

Forward-Looking Statements

Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai risiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer diwww.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

 

Info lebih lanjut: www.bayercropscience.com