12 Februari 2015

Bayer dan PISAgro Dukung Upaya Pemerintah di Bidang Ketahanan Pangan

Bayer CropScience Indonesia, sebagai anggota PISAgro, aktif berpartisipasi dalam acara Jakarta Food Security Summit ke-3 di Jakarta.

Bayer CropScience Indonesia (BCS), sebagai anggota PISAgro – Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (organisasi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia) – berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-3 yang diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sejak 12-14 February 2015 di JCC Jakarta. JFSS dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Sofyan Djalil dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin Indonesia) pada 12 Februari 2015. Acara bertema “Pemberdayaan Petani, Peternak, Petambak, dan Nelayan melalui Wadah Koperasi untuk Mencapai Ketahanan Pangan” ini diadakan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menuju pembenahan di bidang pangan dengan mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas pangan.

 

 

Peran aktif ini merupakan perwujudan komitmen BCS untuk mendukung upaya pemerintah tersebut melalui penyediaan teknologi perlindungan tanaman, yang juga merupakan salah satu misi dari PISAgro. BCS merupakan satu dari tujuh perusahaan swasta di Indonesia yang ikut mendirikan organisasi, yang berdiri sejak Juni 2011 dan diresmikan oleh Bayu Krisnamurthi (saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI) dan Mahendra Siregar (saat itu menjabat sebagai Wakil menteri Perdagangan RI), ini. Organisasi ini memiliki target untuk meraih peningkatan produktivitas pertanian sebesar 20%, peningkatan pendapatan petani hingga 20%, dan menurunan emisi gas rumah kaca hingga 20% pada setiap dekadenya.

 

 

Country Division Head Bayer CropScience Indonesia Eric Tesson mengatakan, “Lebih dari 40 juta petani bercocok tanam di area seluas 20 juta hektar diseluruh penjuru Indonesia. Memang tidak mudah untuk menjangkau mereka semua bagi perusahaan atau organisasi manapun. Upaya bersama melalui kemitraan lintas sektor PISAgro menjadi sangat penting karena kami semua sadar bahwa kebutuhan para petani sangatlah beragam dan solusi yang mereka butuhkan haruslah dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kami yakin bahwa untuk mendukung petani di penjuru Indonesia, upaya yang dilakukan harus komprehensif dan bisa memenuhi beragam kebutuhan petani di seluruh Indonesia.”

 

Melalui kemitraan dengan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) – selaku produsen beras premium – dalam program kerja PISAgro’s Rice Working Group, BCS telah melakukan aktivitas di bidang pertanian padi di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak 2013, dengan luas area kemitraan pada 2014 mencapai 3 ribu hektar. Pencapaian cakupan area ini akan ditingkatkan hingga 40 ribu hektar di tahun 2015 dan 800 ribu hektar di tahun 2020. Sedangkan untuk jumlah petani yang menjadi binaan program ini akan ditingkatkan hingga 120 ribu petani di tahun 2015 menjadi 2,6 juta petani padi di tahun 2020, dengan target hasil panen dan pendapatan petani minimum meningkat 20% per hektar.

 

 

CEO PT Tiga Pilar Sejahtera Joko Mokoginta menyatakan bahwa berkat kemitraan strategis ini, telah terjadi peningkatan hasil panen hingga 16% (atau 0,9 ton gabah per hektar) dan kenaikan pendapatan petani hingga 30% (atau Rp 15 juta per hektar per musim).

 

Su’eb (53), salah seorang petani padi dari desa Kotasari, Subang, Jawa Barat, sudah membuktikan manfaat dari program PISAgro. Sejak Desember 2012, ketika ia bergabung dan mengikuti program kemitraan ini, Su’eb sudah mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tambahan melalui pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan BCS dalam hal penggunaan teknologi perlindungan tanaman. Dan hasilnya, Su’eb berhasil meningkatkan hasil panennya hingga 9,7 ton per hektar dengan kualitas yang sangat baik sehingga bisa dijual kepada PT Tiga Pilar Sejahtera dengan harga yang harga yang lebih tinggi dan memuaskan.

 

 

“Dari Bayer CropScience, saya banyak belajar bahwa penggunaan pestisida secara berlebihan bisa mengakibatkan resistensi pada hama, sekaligus membahayakan kondisi tanah dan tanaman itu sendiri. Untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi dan kualitas beras yang baik, saya mengikuti rekomendasi yang diberikan megenai cara penggunaan pestisida dan pupuk. Dan buktinya, hasil panen saya meningkat hingga 17% dari petani lainnya di desa saya. Padi saya dibeli dengan harga memuaskan oleh Tiga Pilar Sejahtera sehingga pendapatan saya pun turut meningkat. Saya pasti akan terus menerapkan metode yang direkomendasikan oleh program kerja PISAgro’s Rice Working Group di masa mendatang,” ujarnya.

 

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Didik, seorang petani padi yang berkesempatan melakukan diskusi dengan Presiden Joko Widodo dalam acara JFSS ke-3. “Kerja sama dengan Bayer dan TPS memberikan banyak manfaat bagi saya dan kawan-kawan petani. Bayer memberikan penyuluhan dan tuntunan di lapangan mengenai cara bertani yang baik sehingga kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih banyak dan kualitasnya juga tinggi. Sedangkan TPS membantu dengan cara membeli padi hasil panen kami dengan harga yang lebih tinggi. Saat ini kami masih membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam hal penyediaan mesin tanam dan mesin panen.”