13 Desember 2016

Bayer dan NUS Enterprise Meluncurkan Grants4Apps Singapore untuk Mendorong Inovasi Teknologi Kesehatan di Asia Pasifik

  • Sasaran utama adalah untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada usia lanjut dengan penyakit kronis.
  • Persentase orang berusia 60 ke atas di Asia Pasifik diproyeksikan meningkat dua kali lipat dari 12% pada 2016 menjadi 24% pada 20501.
  • Populasi yang semakin tua akan mendorong peningkatan penyakit kronis. Jumlah kematian akibat penyakit kronis di Asia Tenggara dan Pasifik Barat akan terus menjadi yang tertinggi di dunia pada 20302*.
  • Obat-obatan inovatif meningkatkan hasil kesehatan terhadap penyakit kronis; tetapi kepatuhan terhadap terapi jangka panjang hanya 50%3.

Singapura, 1 Desember 2016 – Bayer dan NUS Enterprise, jurusan kewirausahaan dari National University of Singapore (NUS), hari ini untuk pertama kalinya meluncurkan "Grants4Apps Singapore", sebuah inisiatif kumpuldaya berbasis web yang menyerukan solusi teknologi kesehatan inovatif di Singapura dan di seluruh Asia Pasifik untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada orang tua dengan penyakit kronis. Tantangan ini diluncurkan pada Forum Transforming Aging with Health Innovation, yang diresmikan oleh Dr Amy Khor, Menteri Senior Negara untuk Departemen Kesehatan Singapura, dan dihadiri oleh Yoriko Yasukawa, Direktur Regional Dana Populasi PBB (UNFPA) Asia Pasifik, dan stakeholder lainnya, termasuk ahli kesehatan, pembuat kebijakan, inovator, akademisi, perusahaan, Lembaga Sosial Masyarakat dan media dari seluruh Asia Pasifik.

Seiring peningkatan persentase orang berusia 60 ke atas di Asia Pasifik hingga dua kali lipat dari 12% pada 2016 menjadi 24% di 20501, maka jumlah pasien yang menderita penyakit kronis seperti stroke, diabetes, dan penyakit mata terkait usia meningkat secara signifikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kematian tahunan akibat penyakit kronis di Asia Tenggara dan Pasifik Barat akan terus menjadi yang tertinggi secara global, dan diproyeksikan meningkat masing-masing menjadi 13 juta dan 14 juta pada 20302*.

"Tidak ada keraguan bahwa di seluruh Asia Pasifik, masyarakat akan menua. Ini adalah hasil dari penurunan tingkat kematian, bertambahnya umur panjang, dan penurunan tingkat kesuburan, sebagai akibat dari pelaksanaan hak reproduksi orang-orang, terutama perempuan, dan karena itu, kita harus merayakan fenomena ini. Tapi hal ini menimbulkan tantangan untuk dapat membantu masyarakat berusia lanjut dalam menjaga kesehatan yang baik. Penyakit kronis dapat menahan orang tua untuk memiliki kehidupan yang aktif dan produktif. Kami mengakui bahwa peran inovasi kesehatan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang hidup dengan penyakit kronis," kata Yoriko Yasukawa, Direktur Regional, dan United Nations Population Fund (UNFPA) Asia Pasifik. "Sama pentingnya, perubahan demografi ini tidak harus dilihat sebagai krisis tetapi kesempatan bagi kita untuk memperoleh manfaat dari pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki oleh orang lanjut usia bagi masyarakat. Penting juga untuk diingat bahwa melindungi dan mempromosikan hak orang tua untuk hidup sehat dan aktif merupakan bagian integral dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yang berusaha untuk menjamin kehidupan yang bermartabat bagi semua orang, tanpa kecuali."

Meskipun pengobatan jangka panjang sangat penting untuk pengelolaan penyakit kronis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hanya 50% dari pasien mematuhi terapi jangka panjang. Dalam masyarakat yang menua, penurunan kognitif dan polifarmasi (harus mengkonsumsi empat obat atau lebih) biasanya menyebabkan ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Hasilnya, manfaat terapeutik menurun bagi pasien, sering mengunjungi dokter karena kondisi kesehatan yang memburuk, peningkatan pengeluaran kesehatan, atau bahkan pengobatan berlebihan untuk sebuah kondisi medis4. Tantangan pertama "Grants4Apps Singapore" bertujuan untuk meningkatkan hasil kesehatan di kelompok pasien lansia melalui kemitraan dengan para inovator untuk menemukan dan mendesain solusi teknologi kesehatan yang inovatif untuk membantu mereka mengatasi hambatan dari kepatuhan pengobatan.

"Meskipun obat-obatan inovatif dapat mengubah hasil untuk para pasien ini, pengobatan hanya efektif bagi orang yang mengkonsumsinya. Hambatan kepatuhan medis yang kompleks dan bervariasi, dipengaruhi oleh pasien, penyedia layanan kesehatan, dan sistem kesehatan. Bayer yakin untuk mendukung inovasi di seluruh rantai nilai demi membantu pasien dan masyarakat dalam menanggulangi tantangan kesehatan mereka. Kami telah bermitra dengan NUS selama bertahun-tahun, dan bersemangat untuk memperluas kemitraan kami dari penelitian klinis klasik menjadi platform inovasi terbuka yang mendorong kewirausahaan dan keterlibatan masyarakat luas untuk mengatasi masalah penting kesehatan masyarakat lanjut usia," kata Claus Zieler, Senior Vice President & Head of Operations Commercial, Bayer Pharmaceuticals Divisi Asia / Pasifik.

"Grants4Apps Singapore" terbuka untuk semua orang di Singapura dan di seluruh Asia Pasifik, termasuk para profesional di bidang kesehatan, pengasuh, ilmuwan, insinyur, mahasiswa, programmer, pengembang, rintisan, dan pengusaha. Tantangan ini akan memilih tiga pemenang, yang masing-masing akan menerima bantuan dana sebesar USD 10.000 dan akses pembinaan dari Bayer, NUS Enterprise dan mitra industri lainnya, yang akan mendukung mereka dalam memajukan ide proyek mereka dan strategi digital untuk teknologi inovatif bagi dokter, pasien, dan konsumen di sektor kesehatan. Para pemenang juga akan mendapatkan dukungan tambahan dari NUS Enterprise; serta akses ke program percepatan bisnis Modern Aging Singapore, yang diselenggarakan oleh ACCESS Health internasional dan NUS Enterprise.

"NUS telah lama memiliki kebutuhan multidimensi di sektor perak. Peneliti kami terus mengembangkan penemuan dan ide-ide inovatif untuk memenuhi kesejahteraan orang yang lebih tua serta pengasuh mereka. NUS Enterprise sangat senang dapat bermitra dengan Bayer terkait inisiatif yang menarik untuk menerjemahkan inovasi dan teknologi ke dalam solusi baru yang akan membuat dampak sosial di masyarakat lanjut usia di Singapura, kawasan ini, dan lebih luas lagi," kata Dr Lily Chan, CEO NUS Enterprise.

Pendaftaran untuk program "Grants4Apps Singapore" ditutup pada 14 Februari 2017. Lima tim semi-finalis akan dipilih pada awal Maret 2017 untuk mengikuti putaran final pembinaan dan pelelangan, dengan acara puncak Final Award Ceremony pada akhir Mei 2017. Untuk informasi lebih lanjut tentang "Grants4Apps Singapore", silahkan kunjungi www.grants4apps.com/Singapore.

"Grants4Apps Singapore" merupakan kelanjutan dari inisiatif Bayer Grants4Apps global, inisiatif kumpuldaya berbasis web yang diluncurkan oleh Bayer pada 2013 yang memberikan dukungan keuangan untuk pengembang, rintisan, dan pengusaha untuk mengembangkan ide-ide mereka untuk aplikasi, perangkat keras, dan teknologi perangkat lunak; berkontribusi terhadap peningkatan hasil kesehatan, proses farmasi, dan hasil pasien yang lebih baik. Pemenang "Grants4Apps Singapore" dapat masuk dalam program "Grants4Apps" dan "Grants4Apps Accelerator" global dan memiliki kesempatan untuk menerima dukungan keuangan tambahan, bimbingan oleh manajer Bayer, dan jaringan internasional para pengusaha eksternal, serta ruang kerja di kantor pusat global divisi Bayer Pharmaceuticals di Berlin, Jerman.

- Selesai -

L.ID.COM.GM.12.2016.1145

 

Tentang NUS Perusahaan
NUS Enterprise berperan penting dalam memajukan inovasi dan kewirausahaan di NUS, mempromosikan secara aktif kewirausahaan dan memupuk pola pikir dan bakat global melalui sinergi pendidikan pengalaman kewirausahaan, kemitraan industri aktif, dukungan kewirausahaan holistik, dan jangkauan kewirausahaan katalis. Sebagai Pemimpin Pemikiran untuk Inovasi & Perusahaan di Asia, inisiatif ini melengkapi dan menambahkan perspektif yang unik pada pengajaran dan penelitian NUS di Universitas, bahkan lebih dari itu. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.enterprise.nus.edu.sg

Bayer: Science For A Better Life
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian. Produk serta layanan Bayer dirancang untuk memberikan manfaat serta meningkatkan kualitas hidup manusia. Group Bayer bertujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sebagai korporasi, Bayer memegang teguh prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial dan etika. Pada tahun fiskal 2015, Bayer mempekerjakan 117.000 orang dengan penjualan senilai Euro 46,3 miliar. Belanja modal sebesar Euro 2,6 miliar dengan biaya R&D senilai Euro 4,3 miliar. Nilai-nilai tersebut termasuk bisnis polimer berteknologi tinggi yang telah ditawarkan ke bursa saham sebagai perusahaan independen bernama Covestro pada tanggal 6 Oktober 2015. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi  www.bayer.com.

Layanan pers daring kami: press.bayer.com
Ikuti kami di Facebook: http://www.facebook.com/pharma.bayer
Ikuti kami di Twitter: https://twitter.com/BayerPharma

Kontak:
Jane Yeo
Communications, Bayer PharmaceuticalsDivision Asia / Pacific
Tel. +65 6496 1847
Mobile +65 9118 5248
E-Mail: jane.yeo@bayer.com

Felicia Yeo
Communications, Singapore
Bayer (South East Asia) Pte Ltd
Tel: +65 6496 1502
Mobile: +65 9634 0364
E-Mail: felicia.yeo@bayer.com

Pernyataan Perkiraan Kedepan
Rilis ini mungkin berisi pernyataan berdasarkan asumsi saat ini dan perkiraan yang dibuat oleh Grup Bayer atau manajemen subkelompok ke depan. Berbagai resiko, ketidakpastian dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan perbedaan materi antara hasil aktual di masa depan, situasi keuangan, pengembangan atau kinerja perusahaan dan perkiraan yang diberikan di sini. Faktor-faktor ini termasuk yang dibahas dalam laporan publik Bayer yang tersedia di situs web Bayer di www.bayer.com. Perusahaan tidak bertanggung jawab apa pun atas perubahan pernyataan berwawasan ke depan atau kejadian masa depan atau perkembangan.

1World Bank, Database: Population, 2050 (increase from 2016 to 2050; refers to region Asia / Pacific including China and Japan
2WHO (2014) Global status report on noncommunicable diseases; WHO (2013) Projection of deaths by cause, age and sex, by World Bank income group and WHO region (http://www.who.int/healthinfo/global_burden_disease/projections/en/) (last accessed: November 29, 2016)
3Kathleen Holloway, Liset van Dijk 2011, The World Medicines Situation 2011: Rational Use Of Medicines, World Health Organisation, accessed 15 November 2016, http://www.who.int/medicines/areas/policy/world_medicines_situation/WMS_ch14_wRational.pdf (last accessed: November 29, 2016)
*The WHO South-East Asia Region includes: Bangladesh, Bhutan, North Korea, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand and Timor-Leste; the WHO Western Pacific Region includes Australia, Brunei, Cambodia, China, Japan, Kiribati, Laos, Malaysia, Mongolia, New Zealand, PNG, Philippines, South Korea, Singapore, Vietnam and various islands in the Pacific.
4AF Yap, T. Thirumoorthy, and YH Kwan. Medication Adherence in the Elderly. Journal of Clinical Gerontology and Geriatrics, Volume 7, Issue 2, June 2016, Pages 64–67 http://dx.doi.org/10.1016/j.jcgg.2015.05.001 (last accessed: November 29, 2016)